SLBA yaketunis mendapatkan kunjungan dari tim Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gigi bagi para siswa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan gigi serta mulut.
Pemeriksaan dilakukan oleh drg. Ign. Sulistyo Jatmiko, Sp.KGA, bersama dokter-dokter lainnya. Para siswa mendapatkan pemeriksaan kondisi gigi dan mulut untuk mengetahui kesehatan gigi sekaligus memberikan perhatian terhadap kebiasaan menjaga kebersihan gigi sehari-hari.


Dalam kegiatan ini, pemeriksaan kesehatan gigi menjadi tahap awal sebelum dilaksanakannya edukasi menggunakan media pembelajaran yang dirancang khusus bagi siswa tunanetra. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat edukasi kesehatan gigi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kegiatan berikutnya, siswa akan diperkenalkan dengan alat bantu edukasi berupa puzzle anatomi gigi yang dilengkapi dengan huruf Braille. Media tersebut dibuat oleh drg. Ign. Sulistyo Jatmiko, Sp.KGA bersama tim dokter lainnya sebagai salah satu upaya menghadirkan media pembelajaran yang dapat digunakan melalui indra peraba.
Melalui puzzle tersebut, siswa nantinya dapat mengenali bentuk dan bagian-bagian gigi secara lebih konkret. Dengan meraba dan menyusun bagian-bagian puzzle, siswa diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai anatomi gigi, termasuk mengenali bagian gigi dan akar gigi, serta membaca informasi yang tersedia melalui huruf Braille.
Media edukasi seperti ini menjadi penting karena alat pembelajaran kesehatan yang umumnya mengandalkan tampilan visual belum tentu dapat digunakan secara optimal oleh siswa tunanetra. Dengan media taktil yang dilengkapi Braille, informasi mengenai kesehatan gigi dapat disampaikan melalui pengalaman langsung.
Setelah memahami anatomi gigi, edukasi selanjutnya diharapkan dapat diarahkan pada penerapan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Pemahaman tersebut penting untuk membantu siswa membangun kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut serta lebih mengenali kondisi kesehatan dirinya.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan gigi dan pengembangan media edukasi ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menghadirkan pendidikan kesehatan yang inklusif. Tidak hanya memberikan pemeriksaan, kegiatan ini juga membuka ruang untuk mengembangkan metode edukasi yang sesuai dengan kebutuhan siswa tunanetra sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara lebih mandiri dalam kehidupan sehari-hari.
Bersama Yaketunis Sejahterakan Tunanetra Islam
