Siswa SLB A Yaketunis mengikuti kegiatan latihan catur bersama Pak Kuswantoro sebagai bagian dari pengembangan kemampuan berpikir, konsentrasi, dan strategi siswa. Dalam kegiatan ini, siswa belajar mengenal posisi bidak, aturan dasar permainan, serta strategi sederhana dalam bermain catur. Pak Kuswantoro membimbing siswa secara bertahap agar mereka dapat memahami cara bermain dengan baik dan benar.
Catur yang digunakan oleh siswa tunanetra memiliki bentuk yang berbeda dengan papan catur biasa. Pada papan catur tunanetra, kotak berwarna hitam dibuat lebih tinggi daripada kotak putih sehingga dapat dibedakan melalui sentuhan. Selain itu, setiap bidak memiliki penanda khusus diatas anak catur juga ada paku pines sebagai penanda anak catur warna hitam dan bagian bawah bidak dilengkapi pasak agar tidak mudah bergeser saat diraba oleh pemain. Hal ini berbeda dengan papan catur biasa yang hanya mengandalkan perbedaan warna untuk melihat posisi bidak.


Suasana latihan berlangsung tenang namun tetap menyenangkan. Siswa terlihat antusias saat mencoba menyusun strategi dan memainkan bidak catur bersama teman-temannya. Selain melatih konsentrasi, permainan catur juga membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir logis, kesabaran, dan ketelitian.
Melalui kegiatan latihan catur ini, diharapkan siswa SLB A Yaketunis dapat meningkatkan kemampuan berpikir serta memiliki kegiatan positif yang bermanfaat untuk pengembangan diri.
Bersama Yaketunis Sejahterakan Tunanetra Islam
