Pada kesempatan ini, Bu Danik Tri Handayani, S.Pd.I menyampaikan materi mengenai sejarah perjalanan Al-Qur’an Braille hingga sampai dan berkembang di Indonesia. Siswa diajak mengenal perjalanan perkembangan Al-Qur’an Braille, mulai dari hadirnya teknologi Braille hingga penggunaannya sebagai salah satu media penting bagi umat Islam tunanetra dalam membaca dan mempelajari Al-Qur’an.


Bu Danik juga menjelaskan bahwa keberadaan Al-Qur’an Braille memiliki peran penting dalam membuka akses yang lebih luas bagi penyandang tunanetra untuk mempelajari kitab suci secara mandiri. Melalui media Braille, para siswa dapat membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan menggunakan indra peraba.
Kegiatan pembelajaran berlangsung dengan suasana yang edukatif dan menarik. Siswa mendapatkan wawasan baru mengenai sejarah, perkembangan, serta pentingnya Al-Qur’an Braille bagi pendidikan keagamaan penyandang tunanetra.
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa syukur dan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an sekaligus memberikan pemahaman bahwa akses terhadap pendidikan dan pembelajaran Al-Qur’an terus berkembang untuk semua kalangan.
Bersama Yaketunis Sejahterakan Tunanetra Islam
