Kultum Zuhur disampaikan oleh Saudari Titis dengan menyampaikan sebuah kisah tentang pentingnya menjaga salat lima waktu, terutama di bulan Ramadhan.
Dalam ceritanya, Titis mengisahkan seorang anak bernama Musa yang selama bulan puasa lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Ketika ibunya mengingatkan, “Nak, ayo salat. Ini bulan puasa, masa tidur terus,” Musa menjawab, “Aku masih mengantuk. Aku maunya salat Magrib dan Isya saja.”
Melalui kisah tersebut, Saudari Titis menekankan bahwa meskipun sedang berpuasa, kewajiban salat lima waktu tetap harus dilaksanakan. Puasa bukan alasan untuk meninggalkan salat. Justru di bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah, bukan menguranginya.
Pesan yang dapat diambil dari kultum ini adalah bahwa salat lima waktu merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apa pun. Ramadhan menjadi momentum untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab dalam beribadah kepada Allah SWT.
Semoga melalui pengingat ini, kita semua semakin istiqamah menjaga salat lima waktu, baik di bulan Ramadhan maupun di bulan-bulan lainnya.
Bersama Yaketunis Sejahterakan Tunanetra Islam




