Pada kultum setelah salat zuhur hari ini, Pak Aad membagikan sebuah kisah inspiratif yang terjadi di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau—sebuah pulau yang dikenal dengan cuaca panas dan dikelilingi oleh banyak pantai. Di tengah kondisi yang terik itulah, berdiri sebuah masjid yang menjadi tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan warga.

Di masjid tersebut, ada seorang nenek berusia lebih dari 85 tahun yang setiap hari dengan setia menyapu halaman masjid. Banyak pohon besar membuat daun-daun kering sering berjatuhan, namun nenek itu selalu membersihkannya hingga halaman kembali rapi. Yang luar biasa, ia melakukannya bukan dengan wajah lelah, melainkan dengan raut bahagia.
Kepada orang-orang di sekitarnya, nenek itu bercerita bahwa setiap satu helai daun yang ia sapu adalah kesempatan baginya untuk berzikir kepada Allah. Pekerjaan itu bukan sekadar membersihkan halaman masjid, melainkan ibadah yang penuh ketulusan.
Suatu hari, ketika nenek datang untuk salat, halaman masjid sudah bersih. Takmir masjid sengaja membersihkannya terlebih dahulu, berharap bisa membantu dan meringankan pekerjaan nenek. Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi—nenek itu justru menangis.
Dengan lembut ia berkata bahwa ia bukan sedih karena tidak dibantu, tetapi karena ia kehilangan kesempatan berzikir melalui pekerjaannya tersebut. Setiap daun yang disapunya adalah ibadah, dan ketika halaman sudah bersih, ia kehilangan amalan yang selama ini membuatnya begitu bahagia.
Takmir masjid pun akhirnya memahami bahwa pekerjaan itu bukan sekadar tugas fisik, namun jalan pengabdian seorang hamba kepada Tuhannya. Mereka memutuskan untuk tidak lagi membersihkan halaman sebelum nenek datang, agar beliau tetap dapat menjalankan amalan kesukaannya.
Namun beberapa hari kemudian, sang nenek tidak tampak hadir selama tiga hari berturut-turut. Setelah kabar lebih lanjut, barulah diketahui bahwa beliau telah wafat.
Makna yang bisa kita ambil adalah ibadah tisak selalu berupa hal besar, hal sederhana pun dapat bernilai tinggi jika dilakukan dengan ikhlas dan konsisten. Dan ketulusan seseorang tidak selalu terlihat dari apa yang ia katakan, tetapi dari apa yang ia lakukan setiap hari. Semoga keteladanan nenek tersebut mengingatkan kita untuk selalu menjaga hati, memperbaiki niat, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk berzikir serta berbuat baik.
Bersama Yaketunis Sejahterakan Tunanetra Islam




