Jl. Parangtritis No.46 Yogyakarta (0274) 377430 / +62 816-4267-865 yaketunis64@gmail.com
Kegiatan MTs LB/A Yaketunis

Kultum Dzuhur: Mensyukuri Nikmat dan Menjaga Persatuan dalam Perbedaan

Kultum setelah salat Dzuhur disampaikan oleh Saudara Rahman dengan tema pentingnya selalu mensyukuri seluruh nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menyadari bahwa rasa syukur tidak hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan dalam sikap saling menghargai dan menjaga persatuan.

Saudara Rahman menyampaikan kisah keteladanan dua tokoh besar bangsa, yakni Buya Hamka dan KH. Idham Chalid adalah contoh luar biasa toleransi dan persaudaraan antarorganisasi Islam (Muhammadiyah dan NU) di Indonesia, di mana keduanya saling menghormati perbedaan mazhab dengan bergantian menjadi imam salat Subuh: Buya Hamka (Muhammadiyah) akan membaca doa qunut jika KH. Idham Chalid (NU) menjadi makmum, dan sebaliknya, KH. Idham Chalid tidak membaca qunut saat Buya Hamka menjadi makmum, menunjukkan sikap saling mengalah demi persatuan.

Melalui kisah tersebut, Saudara Rahman menegaskan pentingnya menjaga kerukunan dalam perbedaan. Perbedaan dalam ibadah maupun pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menjauh, apalagi bermusuhan. Sebaliknya, perbedaan harus disikapi dengan sikap saling menghormati, menjaga persahabatan, dan memperkuat persatuan.

Kultum ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh jamaah untuk terus bersyukur atas nikmat Allah SWT, serta meneladani sikap bijaksana para ulama dalam menyikapi perbedaan demi terciptanya kehidupan yang rukun dan damai.

Bersama Yaketunis Sejahterakan Tunanetra Islam

Tinggalkan Balasan